Pemda KLU Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

Pemda KLU Gelar Apel Siaga Darurat Bencana

Tanjung, Prokopim Setda KLU- Kabupaten Lombok Utara adalah miniatur indonesia dari segi keragaman bencananya.Hampir semua ancaman bencana yang mengancam wilayah indonesia juga berpotensi terjadi di lombok utara, mulai dari ancaman bencana Geologi seperti gempa, tsunami, dan erupsi gunung api, ancaman bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrim, abrasi, banjir, serta ancaman non-alam seperti wabah covid-19 hingga saat sekarang.Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Daerah Melaksanakan Apel Siaga bencana dimana Bertindak Selaku Inspektur Upacara Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, S.H, didampingi Dandim 1606 Mataram Kolonel (Arm) Gunawan, Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmata, S.IK., M.H yang berlangsung di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq (2/12).

Hadir Pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R. S.T., M.Eng, Kepala OPD dimana peserta Apel terdiri dari Unsur TNI,POLRI,BPBD,Sosial,PMI,Pol PP Linmas,Basarnas,Dikes,Bara Siaga serta lainya.Kegiatan diawali dengan pemeriksaan Pasukan Oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Kapolres dan Dandim.

Bupati Djohan dalam amanatnya menyampaikan letak geografis lombok utara yang berada dipertemuan beberapa lempeng tektonik serta keberadaan sesar flores di bagian utara menyebabkan wilayah kita sangat rawan terhadap ancaman gempa bumi yang sewaktu- waktu bisa mengguncang wilayah kita.“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya mitigasi Kedepannya kita semakin siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi,”katanya.

Ancaman bencana tidak bisa kita hilangkan, tapi kita bisa minimalisir risikonya melalui langkah- langkah strategis dan komprehensif, melalui program- program mitigasi bencana, baik mitigasi struktural maupun non-struktural. “Harapan saya dengan apel siaga ini nantinya semakin terbangunnya koordinasi antar stakeholder penanggulangan bencana, dan tren bencana hidrometeorologi yang terus menunjukkan peningkatan yang tidak bisa kita sepelekan,”harapnya.

Jumlah sarana prasarana kebencanaan yang masih terbatas adalah tantangan yang harus kita sikapi dengan upaya-upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. salah satu kekuatan terbesar kita di lombok utara adalah ikatan sosial antar masyarakatnya.”Semoga Lombok Utara semakin tangguh menghadapi bencana serta mendapat lindungan Tuhan yang maha Esa,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.